Nama    : Raditya Wildan Pratama
No        : 23
Kelas    : X MIPA 5






Jenis-Jenis Tari

Tari Menurut Genrenya






1.tari tradisional  

adalahTarian yang diwariskan secara turun temurun sejak zaman dulu yang dilestarikan dan menjadi bagian dari budaya sebuah daerah,antra lain
tari tradisinal kerakytan
tari tradisional klasik


 2.tari kreasi baru  

merupakan tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer/penata tari,antra lain
tari tradisi baru pola tradisi
tari trdisionl baru pola non tradisi




3.Tari Kontemporer 

merupakan tarian yang menggunakan gerakan simbolik, unik dan mengandung sebuah pesan. Musik/irama yang digunakan juga unik, mulai dari irama musik sederhana, orkestra, sampai musik flutyloops yang berasal dari teknologi musik digital. Kostum dan riasan yang digunakan juga serba unik, biasanya disesuaikan dengan tema dan ide pertunjukan tarinya. Tari kontemporer biasanya dipentaskan untuk mengenang tokoh, kejadian, maupun hari tertentu yang 
meninggalkan cerita khusus.

Tari Menurut Tema

Tari Erotis

Tari erotis adalah tari yang mengandung unsur tingkah laku yang menggambarkan hubungan antara pria dan wanita, jantan dan betina (hubungan asmara). Beberapa contoh tari erotis, antara lain tari oleg tanbulilingan (Bali), tari gatutkaca gandrung (Jawa), dll.
 Mimitis dan Totemitis
Ditinjau dari tema geraknya, tari terdiri dari dua jenis yaitu:
  • Mimitis atau meniru gerak orang, dan
  • Totemitis atau meniru gerak binatang.
Pada dasarnya, gerakan daya ekspresi penari dapat terwujud karena adanya keinginan meniru gerak alam sekitar, gerak binatang, dan sebagainya. Gerakan ini diungkapkan secara jelas dan sadar untuk mencapai ekspresi yang menyerupai keadaan yang ditirunya. Pada masyarakat primitif, gerak yang ditiru bukan hanya gerak manusia atau hewan saja, bahkan gerakan alam seperti hujan, angin, daun, laut ataupun gerak kekuatan diluar diri manusia, seperti gerakan-gerakan imajinatif yaitu menggambarkan makhluk halus, setan, dan sebagainya.
Dari tarian ini, timbullah topeng. Karena itu bentuk topeng ada yang berwajah romantis, menakutkan, ataupun sekedar ekspresi wajah saja. Topeng ini akan memperkuat bentuk ungkapan ekspresi yang dimaksud. Misalnya topeng kelono, dadak merak, ondel-ondel, dan sebagainya. 
Tari Heroik
Tari Heroik/ kepahlawanan ini mempunyai sifat gagah, angkuh, berwibawa, berani, jantan, keperwiraan yang rupanya selalu dikagumi orang karena mempunyai daya tarik yang kuat. Tari heroik biasanya mengambil cerita-cerita yang berkisar pada kegagahan atau kemenangan,misalnya beksa lawung, tarunajaya, hanuman obong, karno tanding, rama-rahwana, gatotkaca kiprah, dan sebagainya.
Tari-wayang-orang
Tari Wayang Orang yang Menitik Beratkan pada Dialog dan Peran

Tari Dramatik
Tarian ini lebih banyak diungkapkan dalam bentuk sendratari atau wayang yang sifatnya lebih mengarah pada pengungkapan sebuah cerita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, cerita fiksi/ imajinatif, ataupun berbau kenangan historis. Tarian dramatik ini ada yang mementingkan gerak tariannya, ada yang mementingkan dialognya, ada yang berdialog tembang serta ada juga yang mementingkan unsur cerita. Dari masing-masing tari tersebut, mempunyai ciri khas yang mudah dibedakan satu dengan yang lainnya, contohnya:
  • Wayang orang (menitikberatkan pada faktor cerita, dialog, dan peran),
  • Wayang topeng (khusus cerita panji),
  • Langendriyan (menitikberatkan pada faktor tembang),
  • Drama tari: Samgita pancasona (menitikberatkan pada faktor gerak).


jenis tari menurut koreografi


·         Tari tunggal ( Solo ), Tari tunggal adalah tari yang diperagakan oleh seorang penari, baik laki-laki maupun perempuan. Contohnya tari Golek ( Jawa Tengah )Tari berpasangan ( duet/pas de duex),
·         Tari berpasangan adalah tari yang diperagakan oleh dua orang secara berpasangan. Contohnya tari Topeng (Jawa Barat)
·         Tari kelompok ( Group choreography), Tari kelompok yaitu tari yang diperagakan lebih dari dua orang.
·         Tari kolosal adalah tari yang dilakukan secara massal lebih dari banyak kelompok dan biasanya dilakukan oleh setiap suku bangsa diseluruh daerah Nusantara
contoh tarian koreografi

Tari Tunggal
Tari tunggal adalah tari yang dibawakan oleh seorang penari saja. Contohnya tari Gambyong dari Surakarta. Namun tari tunggal juga dapat ditarikan oleh banyak penari. Beberapa contoh tarian tunggal Nusantara antara lain :
  • Tari Kancet Ledo dari Kalimantan (Dayak Kenyah)
  • Tari Gandrung dari Banyuwangi Jawa Timur
  • Tari Taledhek dari Jawa timur
  • Tari Gambyong dari Jawa tengah
  • Tari Cokek dari Jawa tengah
  • Tari Batek baris dari Sumbawa
  • Tari Kancet papatai dari Kalimantan (Dayak kenyah)
  • Tari Kancet lasan dari Kalimantan (Dayak kenyah)
  • Tari Leleng dari Kalimantan
  • Tari Hudoq dari Kalimantan
  • Tari Persembahan dari Kutai Kertanegara
  • Tari Dewa memanah dari Kutai Kewrtanegara
  • Tari Srimpi dari Jawa Tengah
  • Tari Bondhan dari Jawa Tengah
  • Tari Golek manis dari Jawa Tengah
  • Tari Golek Kanya dari Jawa Tengah
  • Tari Mani poreng
  • Tari Merak dari Sunda dan Bali
  • Tari Pendet dari Bali


Tari Berpasangan


Tari ini ditarikan secara berpasangan oleh dua orang penari, pasangan bisa pria semua, wanita semua, ataupun pria dan wanita. Rangkaian gerak tari jenis berpasangan saling mengisi,melengkapi,dan terdapat interaksi dan respons gerak antar penarinya. Beberapa contoh tari berpasangan antara lain
  • Tari Remo (Jawa Timur)
  • Tari salipuk (Nganjuk, Jawa Timur)
  • Tari Serampang dua belas (Sumatera Utara)
  • Tari Cokek (Betawi),
  • Tari Jaipong (Jawa Barat),
  • Tari Panji Asmara Bangun (yogyakarta),
  • Tari Oleg Tamulilingan, Tari Sekar Ibing, Tari Cendrawasih, Tari Joged Bumbung, Tari Legong Keraton (Bali),
  • Tari Payung (Sumatra Barat)
  • Tari, Joget Lambak (Riau), dan
  • Tari maengket (Sulawesi Utara).
  • Tari Retno Tinanding.
Tari Kelompok
Tari kelompok ditarikan oleh lebih dari dua orang penari. Gerak yang dilakukan oleh penari belum tentu sama, sebab setiap penari kadang-kadang mempunyai peran yang berbeda. Posisi penari pada saat menari juga diatur. Penari yang satu dengan yang lainya harus bisa bekerja sama. Contoh tarian kelompok antara lain:
Tari Serimpi (Yogyakarta), Tari Datun (Kalimantan Timur), Tari Kecak, Tari Baris Gede, Pendhet (Bali). Tari Saman, Seudati (NAD), Tari Cakalele(Maluku), dan Tari Tor Tor(Sumatera Utara), Tari Poco-Poco(Sulawesi Utara), Tari Sajojo(Papua), Tari Kuda Lumping, Gambyong (Jawa Tengah).
  • Tari Gandrung (Banyuwangi, Jawa Timur)

Jenis tarian ini biasanya tarian yang turun temurun sejak zaman dahulu. Tarian ini biasanya mempunyai nilai-nilai filosofis juga simbolis serta religius. Tidak banyak perubahan dalam gerak tari, busana, formasi hingga tata riasnya.

Pernah menyaksikan tari topeng kelana asal Jawa Barat. Nah, tarian ini termasuk tarian tradisional klasik.
Tarian yang dikembangkan oleh penari dari istana ini pada umumnya bersifat saklek dan baku. Ciri khas dari tarian ni biasanya gerakannya anggun serta busana yang cukup mewah.
Ini menambah nilai tersendiri pada jenis tarian ini. Beberapa contoh tari tradisional klasik yang difungsikan untuk menyambut tamu kehormatan diantaranya Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan), Sang Hyang (Bali).

Tarian ini lahir dan berkembang di kalangan rakyat jelata. Ciri khasnya lenih mudah ditarikan secara bersama-sama dan iringan musik lebih bertalu-talu. Tidak ada busana mewah yang ditampilkan. Busana hanya ditampilkan sangat sederhana.
Biasanya, tarian ini dilakukan untuk bersosialisasi. Contoh dari tarian ini adalah tari payung (Melayu), Jaipongan (Jawa Barat), Lilin (Sumatera Barat)

Tarian ini tidaklah baku dibanding tarian sebelumnya. Namun, tarian ini tetap memelihara nilai artistik. Tarian ini terus dikembangkan dengan iringan musik yang lebih bervariasi.
Tarian ini terdiri dari dua jenis, yakni tari kreasi baru yang berpola tradisi seperti karawitan, koreografi, dan tata rias serta busananya, juga tari kreasi baru tidak berpola tradisi yakni lepas dari pola tradisi yang ada.

Adapun gerakan dari tari kontemporer biasanya berbentuk simbolik dan juga terkait pada koreografi yang bercerita dengan gaya yang unik dan penuh penafsiran.
Pada umumnya diperlukan wawasan khusus untuk menikmati jenis tari yang satu ini. iringan musik yang digunakan juga banyak yang kuarang lazim digunakan sebagai lagu pengiring, baik lagu yang sederhana samapi lagu yang menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.
kalau kita lihat segi koreografinya, jenis tari dibedakan menjadi beberapa macam seperti tari solo (tunggal), tari duet/berpasangan, tari kelompok ( group choreography).



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENI TARI

Mata Pelajaran Seni SMAN 1 Purworejo